By: Zidna Khasyyatana
- Tidak
membiarkan perkawinannya ‘ berjalan sendiri ‘. Pasangan seperti
ini tetap seperti pacaran dulu, berusaha membuat si dia terkesan akan
dirinya ( entah dari cara berdandan atau berbicara ), dan pertemuan jadi berarti. Masalah-masalah dalam
kehidupan yang muncul setelah menikah anak, karier, keluarga, tidak
membuatnya melalaikan arti penting hubungan dengan si dia.
- Mencari
tahu apa yang dibutuhkan pasangan. Jangan menunggu
sampai si dia memberi tahu apa sesungguhnya yang dibutuhkannya ( baik
materi maupun nonmateri ). Bukankah suatu hadiah akan lebih berkesan kalau
kita memberikannya tanpa dia minta ?
- Mencintai
pasangan apa adanya, bukan fantasinya. Sosok yang ada di
fantasi tidak mempunyai cela, tidak menuntut, tidak membuat sakit hati.
Tetapi masalahnya sosok seperti itu tidak ada dalam dunia nyata, karena
itu orang yang berfantasi cenderung akan kecewa. Dalam hubungan yang
sehat, cinta tumbuh karena dia , bukan karena dia bisa menjadi sosok yang
di fantasikan.
- Saling
terbuka.
Hanya sedikit orang yang mau mengakui kesalahan. Mereka menganggap ,
berbohong atau menutupi yang sesungguhnya itu lebih mudah daripada membuka
borok sendiri. Tetapi, kebohongan bisa menjadi kanker yang merusak. Dari
kebohongan kecil lama-lama meningkat jadi kebohongan besar.
- Menciptakan
kebahagiaan dalam suka maupun duka. Mereka tidak menunggu datangnya
kebahagiaan, tetapi berkreasi agar kebahagiaan itu muncul. Mereka juga
mengganggap masa duka sebagai kesempatan untuk lebih mengeratkan hubungan.(iner)


0 Comment to "Ciri-ciri Pasangan yang Sukses"
Posting Komentar