Sabtu, 23 Mei 2015

All About LOVE

   



           
Love , cinta, liebe , atau menjadi deretan huruf apa pun ia dan dalam bahasa apa pun, selalu saja indah dan asyik untuk dibicarakan. Iya nggak sih? Bo'ong banget kalo kamu sampe menggelengkan kepala. Bahkan topik inilah yang paling universal untuk dibicarakan atau pun dinikmati. Apalagi untuk remaja-remaji seusia kamu, kayak nggak ada tema lain yang mendominasi pembicaraan selain love and love mulu. Iya apa iya? Moga kamu nggak bosen selama sebulan full kami ngomongin ‘si daun waru' ini. Soalnya kami emang pengen kamu jadi remaja cerdas, termasuk dalam memahami dan menyikapi cinta. Setuju kan?

Sobat muda, cinta emang indah dan nikmat untuk dibicarakan atau pun dirasakan. Cinta ternyata ibarat dua sisi mata pisau yang tajam. Bila tak benar menggunakannya bukan tak mungkin kita malah akan terluka karenanya. Seperti kata Kahlil Gibran neh bahwa di balik sayap indah cinta, waspadalah ada terselip sebilah pisau tajam untuk mencabikmu. Ciee…nggak usah bingung bagi kamu yang nggak ngeh dengan bahasa kiasan Bung Gibran ini.

Ketika kamu jatuh cinta, dunia terasa indah dan berbunga-bunga. Kamu jadi rajin ke sekolah, rajin belajar, suka tersenyum, nyapa kiri-kanan, dll. Tapi semua itu akan berubah banget ketika kamu dapetin orang yang kamu cintai dengan tulus ternyata tidak membalas cintamu. Hiks…langit seakan runtuh. Lagu Pupus -nya Dewa 19 didendangkan berulang-ulang. Emang enak bertepuk sebelah tangan? Kamu pun merasa jadi orang paling merana sedunia dan selalu terbayang gimana caranya gantung diri di pohon tomat. Tapi apa iya sih, cinta cuma sebatas itu?

What is love?

Apa cinta itu? Bila ada sepuluh orang kamu tanya tentang pertanyaan ini, akan ada sepuluh jawaban pula yang bakal disodorkan. Bahkan para filsuf dan pemikir dari jaman baheula hingga jaman kiwari masih pada kebingungan untuk mendefinisikan tentang cinta ini. Bahkan ada yang bilang, cinta tidak untuk didefinisikan karena it's all about feeling (duilee.. sampe segitunya)

Tapi ada satu hal yang kita pasti sepakat, bahwa semua makluk hidup pasti mempunyai cinta. Induk ayam saja rela mengais-ngais tanah demi mendapat seekor cacing demi disuapkannya pada mulut anaknya. Belum lagi kalo kamu berusaha mendekati anak ayam yang masih imut, jangan salahkan bila kamu bakal diterjang sama induknya. Semua itu karena dorongan naluri, rasa cinta.

Apalagi yang namanya manusia, keberadaan naluri mencintai dan dicintai ini sudah built-up diberi dari sononya. Karena rasa ini adalah perwujudan dari naluri mempertahankan jenis atau bahasa kerennya, gharizah nau' . Bisa kamu bayangkan bila seorang suami tidak mencintai istri dan anaknya, maka ia tak akan mau bersusah payah bekerja mencari nafkah. Begitu juga seorang ibu, tanpa cinta tak mau ia merasakan lelahnya mengandung sembilan bulan lamanya, sekitnya melahirkan dengan nyawa sebagai taruhannya, menyusui hingga dua tahun, dan mendidik serta membesarkan anak-anaknya.

Tanpa cinta, tak mungkin Rasulullah Muhammad saw. menghabiskan seluruh hidupnya untuk berpikir dan berbuat demi umatnya. Bahkan di saat detik-detik akhir kehidupannya saat sakaratul maut menjelang, tahu nggak apa yang diingat beliau tercinta ini? ‘umati…umati' , (umatku…umatku). Bukan menyebut nama anak-anaknya, bukan pula menyebut nama istri-istrinya, apalagi menyebut harta yang memang tidak beliau punya, tapi Rasulullah menyebut umatnya. Termasuk kita yang hidup ribuan tahun jaraknya dari beliau pun sudah disebut dalam lisan sucinya. Betapa beliau mengkhawatirkan umatnya dengan penuh cinta. Malu nggak sih kita bila mengingat ini, sedalam apa balasan cinta kita untuk Rasulullah saw.? Maka sungguh indah senandung lagu milik Bimbo dengan penggalan lirik seperti ini: ‘Rindu kami padamu, ya Rasul, rindu tiada terperi. Berabad jarak darimu ya Rasul, serasa dikau di sini'.

Siapa sih yang nggak merasa cinta pada sosok mulia ini? Pasukan perang Tabuk rela menjadikan tubuhnya sebagai tameng anak panah demi menyelamatkan sang Nabi tercinta. Tubuh dan nyawa mereka tak ada artinya dibandingkan dengan keselamatan sang Rasul mulia. Bahkan ketika mendengar berita tentang isu wafatnya Rasul, semua sahabat menangis tersedu-sedu. Dan ketika mendapati beliau masih hidup tetapi dengan luka sekujur tubuh, para sahabat lega meski masih merasa sedih dengan terlukanya sosok yang dicintai. Ingin rasanya mereka menjadi pengganti rasa luka itu selama bisa mengurangi rasa sakit yang diderita Rasulullah akibat tusukan pedang dan anak panah. Semua itu mereka lakukan karena cinta.

Bila kita mau menoleh pada hal lain barang sejenak, akan kita dapati matahari yang bersinar tanpa syarat ke bumi, hujan pun turun untuk membasahi ladang gersang, dan tanah yang masih juga menumbuhkan tanaman buat manusia. Semua itu terjadi dengan begitu teratur, begitu indah, dan begitu setia. Dari siapa? Tentu dari Yang Maha Memiliki Cinta itu sendiri; Allah Swt.

Perwujudan cinta

Lalu bagaimana dengan kita? Dengan apa kita harus membalas semua rasa cinta yang pernah, sedang, dan akan terus kita rasakan hingga akhir hayat kita itu? Ada pepatah yang mengatakan kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah. Kamu pasti tahu dong, beda panjang jalan dan galah. Jauh banget kan? Kalau kasih ibu saja sepanjang itu, lalu bagaimana dengan kasih dan cinta Muhammad saw. pada umatnya? Lalu bagaimana lagi dengan kasih dan cinta Allah Swt. pada kita? Sungguh, seandainya seluruh pohon di bumi ini dijadikan pena dan air laut sebagai tintanya tetap tak bisa melukiskan sedalam dan sejauh apa cinta Allah pada kita.

Pernahkah kita merasakan dengan sadar cinta Allah dalam setiap tarikan dan hembusan nafas? Dalam setiap langkah yang kita buat, dalam setiap detik waktu yang terlewat, pernahkah itu kita sadari? Semua itu ibarat matahari, yang karena terbiasanya kita dengan sinarnya kita jadi lupa pada jasanya. Bayangkan bila sedetik saja Allah menarik pasokan oksigen untuk kita hirup, makhluk seisi dunia bisa kelabakan. Tapi Allah begitu sayang dan cinta terhadap kita sehingga tak peduli orang yang durhaka terhadapNya juga diberi pasokan oksigen yang sama dengan mereka yang taat. Meski tentunya ada konsekuensi juga kan? Mereka yang taat jelas tempat kembalinya di akhirat; surga. Begitu pun dengan yang durhaka sudah dintentukan tempatnya; neraka.

Sobat muda muslim, pernah nggak kamu dicintai oleh orang lain yang begitu tulus mencintaimu tanpa pamrih? Apa yang ingin kamu lakukan? Kamu pasti berusaha membalas ketulusannya dan berusaha mencintainya dengan tulus pula. Lalu, bagaimana dengan membalas ketulusan Allah dan rasulNya yang sudah begitu mencintai kita tanpa pamrih? Yaitu dengan berusaha menjalankan perintaNya dan menjauhi laranganNya.

BTW, kalo kamu sedang jatuh cinta, apa sih yang akan kamu lakukan demi si dia? Kalo si dia nggak suka liat kamu pakai baju merah, pasti kamu nggak bakal pakai baju itu demi menyenangkan hatinya meski sebetulnya kamu setengah mati suka warna merah. Jika si dia suka banget makan bakso kamu pasti berusaha setengah mati bisa mentraktirnya makan bakso meski kamu lagi kanker alias kantong kering. Kenapa bisa begitu? Karena cinta identik dengan ketaatan. Identik dengan keinginan untuk membahagiakan. Itu pulalah yang ingin kita lakukan bila ingin membalas cinta Allah dan RasulNya. Wajar dan sangat adil kan?

Bentuk riilnya?

Ketika kamu melaksanakan sholat lima waktu dan puasa Ramadhan, kamu sedang melakukan sebentuk bukti riil cinta kepadaNya. Tapi itu belum cukup, karena Islam bukan hanya agama ritual saja. Ketika kamu menutup aurat, kamu melakukannya karena cinta. Ketika kamu patuh dan sopan pada orang tua, sayang pada yang lebih muda, ringan tangan pada saat orang lain membutuhkanmu, bersedia mendengar keluh kesah kesedihan teman yang lagi durundung duka, itu semua juga sebagian bukti cinta.

Ketika kamu menasihati temanmu untuk tidak berpacaran dan tidak suka membolos, itu juga bukti cinta. Ketika kamu tahu menjalankan syariat Islam adalah wajib dan kamu mendakwahkannya pada yang lain, itu juga bentuk cinta. Bahkan tersenyum pun (asal bukan senyum yang TP alias tebar pesona yah) itu juga bentuk kecintaan kita pada sesama.

Jangan mentang-mentang kamu udah ngaji duluan, lalu merasa sok bener sendiri tanpa mau membagi cintamu itu dengan mendakwahkannya. Emang surga milik kamu sendiri? Nggak kan? Alangkah enaknya surga itu bila kita bisa menghuninya beramai-ramai. Bukankah kamu lebih suka rumahmu didatangi banyak temanmu daripada bengong sendirian nggak ada yang diajak ngomong. Tul nggak?

Cuekin aja kalo ada temanmu yang suka becanda bilang “Enak lho masuk neraka bisa ketemu bintang film macam Britney Spears, J-Lo, Mas Nunu alias Keanu Reeves or Brandon Lee”. Anggap saja mereka adalah orang-orang yang membutuhkan sentuhan cintamu dalam bentuk dakwah, amar makruf nahi munkar . Jangan benci mereka dan jangan pula dijauhi. Sentuh akal dan perasaannya sehingga mereka dapat memperoleh hidayah dan ‘terjerumus' dalam cinta; Islam.

Karena cinta

Yup, benar sekali bahwa semua kejadian di dunia ini tidak pernah terlepas dari yang namanya cinta. Mulai dari nongolnya kamu di dunia ini adalah hasil pertautan cinta ibu-bapakmu sampai kamu bisa beriman dan berislam hingga hari ini juga karena cintanya Rasul terhadap umatnya, juga cinta Allah terhadap hambaNya. Cinta bukan melulu Tejo yang naksir Surti, tidak selalu sang putri yang menunggu pangeran idaman datang meminang. Tapi cinta adalah kehidupan itu sendiri.

Pernahkah kamu menikmati setiap aliran cinta yang merambati tubuhmu di saat kamu menarik nafas segar di pagi hari, merasakan sejuknya embun yang menetes di wajahmu, dan bugarnya badan untuk memulai beraktivitas? Bila belum, cobalah. Pejamkan matamu dan rilekskan pikiranmu. Maka biarkan ada yang bening mengaliri sanubarimu. Oksigen yang terhirup, embun yang lembut, sinar mentari yang hangat, tubuh yang sehat, iman yang kuat dan pikiran yang mantap, itu semua ada karena cinta.

Jadi bukan Joy Tobing aja yang bisa menyenandungkan Karena Cinta . Kita juga bisa. Karena memang setiap detil kehidupan ini terjadi, semua karena cinta. So , kamu-kamu udah pada ngeh kan, bahwa cinta bukan melulu seperti yang kamu pahami selama ini, sekadar hubungan taksir-menaksir antar lawan jenis.


Cinta ternyata bisa begitu luas dan indah. Semoga dengan diguyurnya kamu sebulan ini dengan semua hal tentang cinta, bisa membuka hati dan akalmu tentang makna cinta itu sendiri. Sehingga kamu pun bisa melangkah dengan mantap di kehidupan dengan menaburkan sebanyak mungkin cinta kepada sesama. Bukan cinta sempit yang sulit dibedakan dengan nafsu, tapi lebih mengarahkan arti cinta kepada kebenaran itu sendiri, yakni Al-Islam. Agama yang selama ini menjadi pilihan hidup kita. Nggak berlebihan kan? Bahkan tulisan ini pun dibuat juga karena cinta kami pada kamu, sang calon pemegang tongkat estafet dakwah di masa depan. Sungguh, betapa indah dan ringan semua hal bila kita mendasarkannya karena cinta. Yakinlah. [Zidna Khasyyatana)

Ada Cinta di sekolah






Mencintai…dicintai…
Fitrah manusia…
Setiap insan di dunia akan merasakannya
Indah ceria kadang merana itulah rasa cinta…

Di atas, sebait lagu nasyid yang didendangkan oleh The Fikr (idiihhh promosi nih).Sobat muda muslim, ngomongin soal cinta,nuansanya bisa berwarna-warni. Apalagi yang ngomongin adalah anak sekolah seusia kamu, obrolan cinta bakal jadi bahasan yang seru. Kata mba’ titik puspa dalam sebuah lagunya, jatuh cinta itu berjuta rasanya. Bener ngga’ sih? Hanya mereka yang pernah merasakannya yang tau. Konon kabarnya, emang begitu koq. Dari mulai asem, manis, asin kecut sampe pedes dan turunanya yang berjumlah ribuan rasa. Wah, kayak lidah aja yang punya ribuan sensor syaraf untuk mengidentifikasi rasa. Seru banget ya?
            Bagi tipe kebanyakan remaja sekarang yang pada malu-malu kucing, biasanya cuman seneng ngincer doang. Pas ketemu orangnya bisa salting banget. Kalo jauh dengan doi, hati kitarinduuuu banget. Eh, begitu dekat kita, malah dag dig dug, sebagian lagi malah memasang tampang jual mahal. Pura-  puranya sih nggak suka. Padahal justru pengen disapa. Dasar!
Nah rupanya disinilah serunya urusan cinta anak sekolah. Itulah remaja yang nggak mo’ disebut anak kecil lagi. Itu sebabnya untuk bisa lepas dari predikat bocah cilik, mereka melakukan banyak hal sementara mental mereka belum siap untuk itu.
Mewujudkan cinta
Hmm ini nih yang paling greng dan favorit untuk dibicarakan. Artinya kalo cinta cuman mampir dihati tanpa direalisasikan tentu nggak ada rasanya dong. Ibarat sayuran yang nggak dikasih garam duhh.. hambar. Begitulah komentar para aktivis pacaran.Namun untuk remaja sekarang cinta kudu direalisasikan dalam berbagai aktivitas ayng lebih kreatif ( katanya tuch…). And this what we call pacaran alias nge-date. Nah lho!!
            Pacaran emang bukan barang aneh lagi zaman kiwari. Waktu kita es-de juga rasa suka lawan jenis pasti udah ada dong. Karena emang naluriah kok. Itu zaman dulu… ketika belum ada sarana komunikasi dan media lainnya untuk publikasi ke masyarakat. Lah… zaman sekarang? Teve yang di Indonesia aja udah puluhan channel. Tentu berbagai macam hal apa yang terjadi di belahan bumi sono cepet kita ketahui. Khususnya di dunianya remaja macam mode di Paris lah yang jadi kiblat anak sekarang etc. sehingga keberadaan media ini cepat mengubah gaya hidup masyarakat. Yang salah satunya yaa… pacaran itu tadi. Makanya jangan kaget kalo para konglomerat sana khusunya teve banyak bikin tayangan unggulan. Tujuan mulianya tentu nutuk menggenjot pendapatan usahanya. Tapi celakanya mereka nggak peduli apakah tayangan itu bakal membawa petaka bagi rermaja sekarang khususnya remaja muslim. Yaahh… itulah produk kapitalisme sekarang yang menggunakan prinsip:”Asal ada manfaat disana yang berupa materi, kejar!!”. Jadi yang penting rezeki nomplok. Habis perkara.
Jadi keberanian anak sekarang dalam mewujudkan cintanya ternyata amat dipengaruhi oleh berkembangnya tekhnologi informasi. Komunikasi yang berkembang dalam kehidupan masyarakat kita melaju dengan cepat dan adakalanya mengalahkan norma-norma yang berlaku.
Sobat muda, jadi jangan heran kalo pacaran dinobatkan sebagai cara untk mewujudkan cinta yang paling efektif. Bahkan boleh jadi pacaran diyakini betul oleh sebagian besar remaja sebagai satu-satunya cara untuk mengekspresikan cintanya kepada lawan jenis. Ah masa’ iya sih?
Benar. Boleh jadi sebagian teman kamu berpendapat begitu. Sebab berdasarkan bisik-bisik tetangga, pacaran itu bikin hidup lebih hidup.. nggak heran kalo banyak teman remaja yang meyakini bahwa   pacaran merupakan tempat untuk mendapatkan perhatian dari lawa jenis. Lihat deh temen sekelas kamu yang pacaran, biasanya selalu memperhatikan penampilan. Gengsi dong kalo’ penampilannya kumuh bin kucel, sementara sang kekasih kayak guru yang kelewat telaten merhatiin kita. Tapi berbeda dengan guru, kalo diperhatiin sama si doi mah bisa jadi bikin kaki kita serasa nggak di tanah lagi, alias mengawang-awang. Suweneng buwanget, pokoknya OK’s bang-get deh!
Memang sih pada dasarnya manusia itu seneng diperhatiin kok. Itu sebabnya bagi temen kamu yang lagi getol pacaran, biasanya jadi rajin ke sekolah. Biar bisa merhatiin dan diperhatiin sama lawan jenisnya. Lho, jadi sekolah bukan untuk nunutu ilmu? Ssssttt, itu mah usaha sampingan. Walah?
Sobat muda muslim, pacaran sering dianggap sebagai perwujudan rasa cinta yang mendatangkan berkah. Berdasarkan desas-desus teman sekelas yang dulu pernah aktif, pacaran juga sebagai acara sharing, alias berbagi, entah itu berbagi pengalaman, masalah termasuk mungkin berbagi utang ( he..he… yang ini mungkin jarang diungkap malu lagi!!)
            Dari sejumlah responden yang berhasil ditangkep, pacaran itu gunanya buat menyelami siapa gerangan jati diri lawan jenis yang tidak lain dan tidak bukan adalah pasangannya, sehingga beranggapan bahwa pacaran itu wajib. Berbahaya!
Padahal itu cuman alasan klise! Biar hubungan lewat pacaran itu dilegalkan. Iya apa iya? Sebab hal tersebut kan sudah temasuk kategorinya pergaulan bebas. Hati-hati lho!
Antara cinta dan cita-cita
Sebagian dari kamu boleh jadi protes terhadap apa yang diungkapkan diatas. Tapi, ingat sobat kitangebahas masalah ini bukan karena ngiri atawa benci, atawa lagi sisnis. Nggak lah yauw. Justru kitaingin supaya kamu tambah dewasa dan bijak menilai setiap perbuatan nggaak cuman ngikutin  apa kata si “N” yaitu nafsu.
            Kalo kita masih sekolah yang harus difokuskan adalah masalah sekolah donkh. Ketimbang mikirin pujaan hati yang belum tentu milikkita selamanya. Karena memang kita masih belum diikat oleh apa-apa.rasa cinta memang bisamuncul dimana saja termasuk disekolah iya khan. Ada pepatah mengatakan: “Omnia vincit am or : et nos cedamus Am ori. Yang artinya “ cinta menaklukkan segalanya: dan kita takluk demi cinta”
Wahh puitis sih puitis tapi untuk menaklukkan diri kita dibawah kuata yang bernama cintah Hm… amit-amit deh. So, daripada kamu harus mengorbankan masa depanmu dengan mengejar cinta dan mewujudkannya dalam pergaulan bebas, mending kita konsentrasi pada yang namanya pelajaransebagai bagian dari







usaha kita untuk mengejar cita-cita yang kata orang-orang tuh setinggi langit. Tapi sayang nya nggak banyak dari kita yang kemudian menyadari masalah ini. Akibatnya meski masih sekolah, banyak teman remaja kamu yang getol menyalkurkan syahwatnya via pergaulan bebas(baca: pacaran), dengan atas nama cinta.Nah, sebagai bekal kamu dalam meniti cita-cita dengan tanpa terganggu oleh cinta palsu,



Nggak salah donk liriknya the Fikr itu bahwa cinta memang kadang bikin indah namun sewaktu-waktu bisa bikin kita merana. Itulah cinta semu


kamu kudu simak tips-tips berikut: pertama, jangan sekali-kali menganggap bahwa cinta harus diwujudkan engan pacaran. Kedua, cinta bisa muncul
disekolah. Tapi kita harus tetap meraih cita-cita. Caranya? Tunda dulu keinginan kamu ntuk mikirin soal cinta dengan banmyak belajar dan aktivitas untuk meraih cita-cita. Ketiga, dekati teman-teman yang emang nggak suka ngomonginpacaran. Keempat, tempa diri dengan banyak mengkaji Islam. Jadi, kamu jangan malas ikut pengajian. Kelima, sekuat mungkin kendalikan nafsumu, misalnya dengan banyak puasa dan olahraga.
Yup, semoga ini bisa bikinkamu tentrem dan bisa untuk ngendaliin diri kamu. Tapi, tentunya, karena yan gterjadi sekarang ini bersifat massal, maka kita menyeru juga kepada bapak-bapak pejabat kita supaya jangan segan untuk memberangus tayangan dan bacaan yang merusak kepribadian remaja, khususnya yang berkaitan dengan masalah pergaulan bebas.


By: Ena Kusumawati MardiaNingsih

Rabu, 20 Mei 2015

Kunci sukses dalam Perkawinan



Bukanlah merupakan suatu kejutan apabila sangat sedikit orang yang mengetahui benar apa yang akan mereka hadapi dengan melakukan perkawinan atau menikah. Manusia dapat merencanakan dan mempersiapkan diri bertahun-tahun unruk menikah, tapi ketika mereka telah menikah, mereka sangat sedikit mengetahui makna dari perkawinan atau pernikahan itu sendiri. Dan kurang mengetahui apa kunci sukses dalam suatu perkawinan.
Banyak masalah terjadi di perkawinan karena kurangnya hubungan antar manusia, dalam hal perkawinan yaitu hubungan antar suami istri.
Perkawinan adalah lebih dari menjalani kehidupan bersama.Dalam suatu perkawinan ada dua individu yang berbeda yang sepakat untuk menjalani hidup bersama sebagai suatu unit tunggal yaitu sebuah keluarga.Tapi dengan berjanji bahwa mereka akan hidup bersama,tentu saja ini tidak membuat secara otomatis perkawinan akan berjalan dengan lancar.
Seperti kehidupan lainnya. perkawinan pun harus selalu setiap saat dijalani sebagai suatu pekerjaan atau suatu kegiatan. Yang berarti setiap pasangan harus selalu saling membagi kehidupan sesama dan tidak masing2 menjalani hidupnya sendiri-sendiri.
Ada beberapa kunci dasar agar sebuah perkawinan dapat sukses, yaitu :
1. Hubungan Cinta atau asmara
Untuk ini, dapat dibaca pada bagian lain situs ini yang khusus membicarakan masalah hubungan cinta, tapi yang perlu diketahui adalah bahwa suatu hubungan cinta yang baik selain secara terus menerus akan menciptakan kembali perasaan cinta antar pasangan, tapi juga akan membuat kedua pasangan semakin dekat.
2. Ciptakan Perkawinan terus menerus
Ciptakanlah selalu sebuah perkawinan....Yang dimaksud disini adalah sebaiknya anda terus menerus membuat suatu hubungan yang lebih baik dengan pasangan anda.
Walaupun anda telah merasa mempunyai hubungan yang cukup baik, tetapi tetap usahakan untuk melakukan suatu peningkatan dalam hubungan antar pasangan. Pada saat anda berhenti untuk membina suatu hubungan yang lebih baik dengan pasangan anda, akan mulai suatu hubungan yang merenggang. Apakah anda pernah melihat suatu pasangan yang walaupun telah kawin selama 30 atau 40 tahun, tetapi jarang sekali berbicara antar mereka? Mungkin sebenarnya mereka ini telah lama saling menjauh..karena tidak pernah menciptakan perkawinan kembali dengan terus menerus meningkatkan hubungan antara mereka sendiri.
3. Komunikasi
Nah ini adalah salah satu faktor paling penting dalam perkawinan. Banyak hubungan perkawinan putus hanya karena faktor ini. Seperti diketahui komunikasi tidak saja penting dalam perkawinan tetapi penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai komunikasi ini, lihat bagian komunikasi pada halaman di situs ini, yang menggambarkan dasar2 dari komunikasi antar pasangan yang jatuh cinta.
Jadi secara singkat suatu perkawinan ada tiga faktor penting yaitu : Asmara atau hubungan cinta, Menjaga hubungan cinta, Komunikasi. Seluruh faktor diatas saling bergantung satu sama lainnya. Tingkatkanlah ketiga faktor tersebut diatas.

By: Zidna Khasyyatana

Ciri-ciri Pasangan yang Sukses

By: Zidna Khasyyatana
  • Tidak membiarkan perkawinannya ‘ berjalan sendiri ‘. Pasangan seperti ini tetap seperti pacaran dulu, berusaha membuat si dia terkesan akan dirinya ( entah dari cara berdandan atau berbicara ), dan pertemuan  jadi berarti. Masalah-masalah dalam kehidupan yang muncul setelah menikah anak, karier, keluarga, tidak membuatnya melalaikan arti penting hubungan dengan si dia.
  • Mencari tahu apa yang dibutuhkan pasangan. Jangan menunggu sampai si dia memberi tahu apa sesungguhnya yang dibutuhkannya ( baik materi maupun nonmateri ). Bukankah suatu hadiah akan lebih berkesan kalau kita memberikannya tanpa dia minta ?
  • Mencintai pasangan apa adanya, bukan fantasinya. Sosok yang ada di fantasi tidak mempunyai cela, tidak menuntut, tidak membuat sakit hati. Tetapi masalahnya sosok seperti itu tidak ada dalam dunia nyata, karena itu orang yang berfantasi cenderung akan kecewa. Dalam hubungan yang sehat, cinta tumbuh karena dia , bukan karena dia bisa menjadi sosok yang di fantasikan.
  • Saling terbuka. Hanya sedikit orang yang mau mengakui kesalahan. Mereka menganggap , berbohong atau menutupi yang sesungguhnya itu lebih mudah daripada membuka borok sendiri. Tetapi, kebohongan bisa menjadi kanker yang merusak. Dari kebohongan kecil lama-lama meningkat jadi kebohongan besar.
  • Menciptakan kebahagiaan dalam suka maupun duka. Mereka tidak menunggu datangnya kebahagiaan, tetapi berkreasi agar kebahagiaan itu muncul. Mereka juga mengganggap masa duka sebagai kesempatan untuk lebih mengeratkan hubungan.(iner)