Sabtu, 23 Mei 2015

Ada Cinta di sekolah






Mencintai…dicintai…
Fitrah manusia…
Setiap insan di dunia akan merasakannya
Indah ceria kadang merana itulah rasa cinta…

Di atas, sebait lagu nasyid yang didendangkan oleh The Fikr (idiihhh promosi nih).Sobat muda muslim, ngomongin soal cinta,nuansanya bisa berwarna-warni. Apalagi yang ngomongin adalah anak sekolah seusia kamu, obrolan cinta bakal jadi bahasan yang seru. Kata mba’ titik puspa dalam sebuah lagunya, jatuh cinta itu berjuta rasanya. Bener ngga’ sih? Hanya mereka yang pernah merasakannya yang tau. Konon kabarnya, emang begitu koq. Dari mulai asem, manis, asin kecut sampe pedes dan turunanya yang berjumlah ribuan rasa. Wah, kayak lidah aja yang punya ribuan sensor syaraf untuk mengidentifikasi rasa. Seru banget ya?
            Bagi tipe kebanyakan remaja sekarang yang pada malu-malu kucing, biasanya cuman seneng ngincer doang. Pas ketemu orangnya bisa salting banget. Kalo jauh dengan doi, hati kitarinduuuu banget. Eh, begitu dekat kita, malah dag dig dug, sebagian lagi malah memasang tampang jual mahal. Pura-  puranya sih nggak suka. Padahal justru pengen disapa. Dasar!
Nah rupanya disinilah serunya urusan cinta anak sekolah. Itulah remaja yang nggak mo’ disebut anak kecil lagi. Itu sebabnya untuk bisa lepas dari predikat bocah cilik, mereka melakukan banyak hal sementara mental mereka belum siap untuk itu.
Mewujudkan cinta
Hmm ini nih yang paling greng dan favorit untuk dibicarakan. Artinya kalo cinta cuman mampir dihati tanpa direalisasikan tentu nggak ada rasanya dong. Ibarat sayuran yang nggak dikasih garam duhh.. hambar. Begitulah komentar para aktivis pacaran.Namun untuk remaja sekarang cinta kudu direalisasikan dalam berbagai aktivitas ayng lebih kreatif ( katanya tuch…). And this what we call pacaran alias nge-date. Nah lho!!
            Pacaran emang bukan barang aneh lagi zaman kiwari. Waktu kita es-de juga rasa suka lawan jenis pasti udah ada dong. Karena emang naluriah kok. Itu zaman dulu… ketika belum ada sarana komunikasi dan media lainnya untuk publikasi ke masyarakat. Lah… zaman sekarang? Teve yang di Indonesia aja udah puluhan channel. Tentu berbagai macam hal apa yang terjadi di belahan bumi sono cepet kita ketahui. Khususnya di dunianya remaja macam mode di Paris lah yang jadi kiblat anak sekarang etc. sehingga keberadaan media ini cepat mengubah gaya hidup masyarakat. Yang salah satunya yaa… pacaran itu tadi. Makanya jangan kaget kalo para konglomerat sana khusunya teve banyak bikin tayangan unggulan. Tujuan mulianya tentu nutuk menggenjot pendapatan usahanya. Tapi celakanya mereka nggak peduli apakah tayangan itu bakal membawa petaka bagi rermaja sekarang khususnya remaja muslim. Yaahh… itulah produk kapitalisme sekarang yang menggunakan prinsip:”Asal ada manfaat disana yang berupa materi, kejar!!”. Jadi yang penting rezeki nomplok. Habis perkara.
Jadi keberanian anak sekarang dalam mewujudkan cintanya ternyata amat dipengaruhi oleh berkembangnya tekhnologi informasi. Komunikasi yang berkembang dalam kehidupan masyarakat kita melaju dengan cepat dan adakalanya mengalahkan norma-norma yang berlaku.
Sobat muda, jadi jangan heran kalo pacaran dinobatkan sebagai cara untk mewujudkan cinta yang paling efektif. Bahkan boleh jadi pacaran diyakini betul oleh sebagian besar remaja sebagai satu-satunya cara untuk mengekspresikan cintanya kepada lawan jenis. Ah masa’ iya sih?
Benar. Boleh jadi sebagian teman kamu berpendapat begitu. Sebab berdasarkan bisik-bisik tetangga, pacaran itu bikin hidup lebih hidup.. nggak heran kalo banyak teman remaja yang meyakini bahwa   pacaran merupakan tempat untuk mendapatkan perhatian dari lawa jenis. Lihat deh temen sekelas kamu yang pacaran, biasanya selalu memperhatikan penampilan. Gengsi dong kalo’ penampilannya kumuh bin kucel, sementara sang kekasih kayak guru yang kelewat telaten merhatiin kita. Tapi berbeda dengan guru, kalo diperhatiin sama si doi mah bisa jadi bikin kaki kita serasa nggak di tanah lagi, alias mengawang-awang. Suweneng buwanget, pokoknya OK’s bang-get deh!
Memang sih pada dasarnya manusia itu seneng diperhatiin kok. Itu sebabnya bagi temen kamu yang lagi getol pacaran, biasanya jadi rajin ke sekolah. Biar bisa merhatiin dan diperhatiin sama lawan jenisnya. Lho, jadi sekolah bukan untuk nunutu ilmu? Ssssttt, itu mah usaha sampingan. Walah?
Sobat muda muslim, pacaran sering dianggap sebagai perwujudan rasa cinta yang mendatangkan berkah. Berdasarkan desas-desus teman sekelas yang dulu pernah aktif, pacaran juga sebagai acara sharing, alias berbagi, entah itu berbagi pengalaman, masalah termasuk mungkin berbagi utang ( he..he… yang ini mungkin jarang diungkap malu lagi!!)
            Dari sejumlah responden yang berhasil ditangkep, pacaran itu gunanya buat menyelami siapa gerangan jati diri lawan jenis yang tidak lain dan tidak bukan adalah pasangannya, sehingga beranggapan bahwa pacaran itu wajib. Berbahaya!
Padahal itu cuman alasan klise! Biar hubungan lewat pacaran itu dilegalkan. Iya apa iya? Sebab hal tersebut kan sudah temasuk kategorinya pergaulan bebas. Hati-hati lho!
Antara cinta dan cita-cita
Sebagian dari kamu boleh jadi protes terhadap apa yang diungkapkan diatas. Tapi, ingat sobat kitangebahas masalah ini bukan karena ngiri atawa benci, atawa lagi sisnis. Nggak lah yauw. Justru kitaingin supaya kamu tambah dewasa dan bijak menilai setiap perbuatan nggaak cuman ngikutin  apa kata si “N” yaitu nafsu.
            Kalo kita masih sekolah yang harus difokuskan adalah masalah sekolah donkh. Ketimbang mikirin pujaan hati yang belum tentu milikkita selamanya. Karena memang kita masih belum diikat oleh apa-apa.rasa cinta memang bisamuncul dimana saja termasuk disekolah iya khan. Ada pepatah mengatakan: “Omnia vincit am or : et nos cedamus Am ori. Yang artinya “ cinta menaklukkan segalanya: dan kita takluk demi cinta”
Wahh puitis sih puitis tapi untuk menaklukkan diri kita dibawah kuata yang bernama cintah Hm… amit-amit deh. So, daripada kamu harus mengorbankan masa depanmu dengan mengejar cinta dan mewujudkannya dalam pergaulan bebas, mending kita konsentrasi pada yang namanya pelajaransebagai bagian dari







usaha kita untuk mengejar cita-cita yang kata orang-orang tuh setinggi langit. Tapi sayang nya nggak banyak dari kita yang kemudian menyadari masalah ini. Akibatnya meski masih sekolah, banyak teman remaja kamu yang getol menyalkurkan syahwatnya via pergaulan bebas(baca: pacaran), dengan atas nama cinta.Nah, sebagai bekal kamu dalam meniti cita-cita dengan tanpa terganggu oleh cinta palsu,



Nggak salah donk liriknya the Fikr itu bahwa cinta memang kadang bikin indah namun sewaktu-waktu bisa bikin kita merana. Itulah cinta semu


kamu kudu simak tips-tips berikut: pertama, jangan sekali-kali menganggap bahwa cinta harus diwujudkan engan pacaran. Kedua, cinta bisa muncul
disekolah. Tapi kita harus tetap meraih cita-cita. Caranya? Tunda dulu keinginan kamu ntuk mikirin soal cinta dengan banmyak belajar dan aktivitas untuk meraih cita-cita. Ketiga, dekati teman-teman yang emang nggak suka ngomonginpacaran. Keempat, tempa diri dengan banyak mengkaji Islam. Jadi, kamu jangan malas ikut pengajian. Kelima, sekuat mungkin kendalikan nafsumu, misalnya dengan banyak puasa dan olahraga.
Yup, semoga ini bisa bikinkamu tentrem dan bisa untuk ngendaliin diri kamu. Tapi, tentunya, karena yan gterjadi sekarang ini bersifat massal, maka kita menyeru juga kepada bapak-bapak pejabat kita supaya jangan segan untuk memberangus tayangan dan bacaan yang merusak kepribadian remaja, khususnya yang berkaitan dengan masalah pergaulan bebas.


By: Ena Kusumawati MardiaNingsih

Share this

0 Comment to "Ada Cinta di sekolah "

Posting Komentar